Kami hadir untuk Anda

Mari kita siapkan masa depan terbaik dengan peningkatan kualitas diri

Tumbuh, Makin Kuat dan dipenuhi cahaya Ilmu

Tumbuh adalah kata kunci peningkatan diri, mari kita desain pertumbuhan itu

Kebersamaan akan menciptakan kekuatan

Perubahan dan Pencapaian Tertinggi tak mungkin dirayakan sendiri, Mari bersama kami tentukan kualitas hidup kita

Kata Kunci Perubahan : Sentuhan

Setiap orang bersedia membayar berapapun untuk memperbaiki (perubahan) masa depannya

Setiap Individu menyimpan Segudang Potensi

Temukan kekuatan diri, potensi kemudian melajulah menuju impianmu

Selasa, 17 Desember 2013

"PASSION", Faktor Pengoptimal Performa Kerja

Tentunya setiap orang memiliki tujuan dalam melakukan sesuatu. Walaupun tidak semua orang melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Sedikit-banyaknya jumlah Sumber Daya Manusia dalam sebuah perusahaan / organisasi sangat menentukan maju-mundurnya perusahaan/organisasi tersebut. Namun, jika berbicara tentang omset, maka sangat bergantung kepada Performa Kerja (Kinerja) Sumber Daya Manusianya. 

Sehingga pertanyaannya, bagaimana meningkatkan Kinerja Perusahaan / Organisasi?

Kinerja perusahaan/organisasi akan meningkat seiring dengan meningkatnya kinerja SDM yang mengampunya. Sehingga, ujung-ujungnya Bagian HRD lah yang menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kinerja perusahaan / organisasi. Yaitu dengan memilah dan memilih diantara ratusan, atau mungkin bahkan ribuan, karyawan yang memiliki "Passion" dalam bekerja.

Passion karyawan inilah sebenarnya kunci dari meningkatnya Kinerja Perusahaan / organisasi. 

Dalam hal ini, Passion berarti bergairah, antusiasme yang menggebu-gebu. Dan orang yang melakukan pekerjaan dengan Passion memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Waktu terasa cepat berlalu
2. Terkadang lapar pun tak dirasakan
3. Hati merasakan kebahagiaan yang natural walaupun dalam kondisi yang kelelahan
4. Sangat cepat mendalami pekerjaan tersebut (artinya ketika perlu melakukan upgrading dalam pekerjaan tersebut, mudah dalam menguasainya)
5. Selalu optimis memandang masa depan melalui pekerjaan tersebut.
6. Seringkali prosesnya lebih dinikmati daripada hasil.

(*Catatan :  Pekerjaan/profesi tersebut adalah pekerjaan/profesi yang memberdayakan kita, bukan hal-hal yang justru menarik kita kepada hal-hal negatif)

Otomatis, jika karyawan tersebut memang memiliki minat dan bakat dalam pekerjaan yang sedang diampunya, maka Passion akan lebih mudah terbentuk. 
Pertanyaannya, sudahkah kita menemukan minat dan bakat kita? Dan yakinkah kita bahwa selama ini kita telah menekuni sesuai minat dan bakat kita? Ataukah itu sebenarnya adalah obsesi orang tua yang "terinstall" secara tidak sadar kedalam Pikiran Bawah Sadar kita?

Temukan jawabannya dengan mencocokkan dengan ciri-ciri Passion diatas. Apapun profesi Anda, ketika ciri-ciri diatas mulai muncul, maka bisa jadi Anda sudah menemukan Passion Anda. Juga bisa Anda temukan jawabannya dengan mengikuti pelatihan dari RICH Consulting.

Intinya, seseorang yang melakukan aktivitasnya dengan Passion adalah seseorang yang memenuhi kata-kata berikut :
LOVE WHAT YOU DO & DO WHAT YOU LOVE


Kamis, 12 Desember 2013

MEMBUAT RESOLUSI TAHUNAN ALA NLP

Menjelang akhir tahun 2013 ini, begitu banyak artikel, pelatihan, seminar tentang pembuatan Resolusi Tahunan untuk tahun 2014 nanti.
RESOLUSI 2014-2Sebenarnya apa sih yang dimaksud Resolusi dalam hal ini?

Berasal dari kata "Solusi" yang berarti "putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah" (lihat http://www.artikata.com/arti-347784-resolusi.html).

Sehingga arti "Resolusi" lebih kepada "mengambil putusan kembali atau membulatkan tekad kembali atas solusi yang telah dicanangkan sebelumnya namun belum terwujud"..

Apa manfaat bagi kita?

Sangat besar sekali manfaatnya, karena secara sadar kita telah menentukan tujuan selama 1 tahun ke depan (bisa lebih, bisa kurang) sehingga menjalani hidup lebih terarah dan terencana.

Bukankah ketika kita naik taxi saja, kita tetap butuh tujuan?

Apa yang terjadi ketika kita naik taxi, kemudian ditanya "mau kemana" oleh sopir taxi tersebut, dan kita tidak tahu jawabannya? Akan diantar kemana kita? Bisa jadi kita tetap akan diantar, namun diturunkan di tempat yang kita belum tentu menyukainya.

WELL-FORMED Outcome ini merupakan salah satu metode dalam membuat resolusi tahunan yang lebih menyasar Pikiran Bawah Sadar.

Kita ketahui bahwa Pikiran Bawah Sadar itu berfungsi :
1. Sebagai tempat tersimpannya Belief dan Value
2. Sebagai tempat Memory Jangka Panjang
3. Sebagai tempat terprogramnya Kebiasaan-kebiasaan (Baik, Buruk, Refleks)
4. Sebagai tempat kumpulan persepsi
5. Sebagai tempat tersimpannya kreativitas
6. Sebagai sumber intuisi
7. Sebagai kontrol organ
8. Sebagai pusat Emosi
9. Sebagai tempat bersemayamnya kepribadian

Nah, WELL-FORMED Outcome akan menuntun kita membuat sebuah resolusi yang bisa terprogram di Pikiran Bawah Sadar, sehingga secara refleks tanpa kita sadari segala aktivitas kita akan diarahkan menuju Outcome/Resolusi yang kita tetapkan.

Langkah-langkah untuk membuat resolusi berdasarkan WELL-FORMED Outcome adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1. Apa yang Anda inginkan? (Jadi bukan Apa yang Anda tidak inginkan)
2. Bisakah Anda memulai lalu memeliharanya/mempertahankannya? (Pastikan hasilnya berada dalam jangkauan kontrol Anda)
3. Dimana, kapan, dan bersama siapa Anda menginginkannya? (Pertimbangkan Konteksnya)
4. Seberapa spesifik yang Anda inginkan? (Usahakan Sespesifik mungkin)
5. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah mencapai Outcome itu? (Miliki prosedur pembuktian Berbasis-Inderawi)
6. Sumber-sumber apa yang telah Anda punyai dan apa yang bisa dilakukan sekarang? (Identifikasi dan terapkan sumber-sumber daya yang Anda butuhkan)
RESOLUSI 2014
Setelah Anda menjawab pertanyaan diatas, maka Anda lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini :

1. Cek apakah hasilnya bagus secara Ekologis (Jika sudah mendapatkannya, apakah Anda tetap menginginkannya? )

4 Pertanyaan untuk melakukan pengecekan :
a. Apa yang akan terjadi jika Anda berhasil meraih outcome itu?
b. Apa yang tidak akan terjadi jika Anda berhasil meraih outcome itu?
c. Apa yang akan terjadi jika Anda tidak berhasil meraih outcome itu?
d. Apa yang tidak akan terjadi jika Anda tidak berhasil meraih outcome itu?

2. Pastikan Outcome itu tetap memelihara manfaat-manfaat yang sudah ada (Apa yang Anda akan lepas dan raih jika Anda sudah mencapai outcome itu?)

3. Cek dari sisi Biaya dan Waktu, apakah outcome itu layak diraih berdasarkan dua ukuran ini?

4. Cek RASA tentang diri (Apakah Outcome itu cocok dengan rasa Anda tentang Jati Diri Anda sendiri?)

5. Mendefinisikan Outcome Sequitur, yaitu dengan menanyakan pada diri, setelah Anda mencapainya apa yang akan Anda kerjakan selanjutnya?

Nah, selamat mencoba menjawab seluruh pertanyaan tersebut diatas, dan rasakanlah keberuntungan yang Anda raih, seperti magnet menarik besi.

Sabtu, 07 Desember 2013

TUJUH CARA MEMATIKAN ATAU MENYUBURKAN TEAM KERJA!!

Salah satu kekhasan pemimpin yang baik, justru harus mengenal, kapan kita bisa mematikan ide kreatif seorang teman atau team kerjamu. Dengan mengenal caranya, engkau akan menemukan cara baru untuk menyuburkan ide kreatif dari anggota team kerjamu! Caranya mudah untuk mematikan ide anggota team kerjamu:

  1. Janganlah menatap matanya, tetapi lihatlah barang di sekitarnya, atau tunduk saja saat dia mengajak engkau bicara!

      2.      Katakanlah padanya, "Siapa yang tanya, penting apa idemu buatku?"

  1. Tempatkanlah ide temanmu itu dengan cara "brainstorming": Emang idemu itu satu-satunya yang benar apa? Masih banyak ide bagus lainnya daripada idemu sendiri! Misalnya temanmu sedang menampilkan ide kreatifnya untuk menghias dekorasi manten. Dia membuat dekorasi manten yang bernuansa pegunungan lengkap dengan air terjunnya. Kalau engkau mau mematikan idenya, katakan saja, "Emang kamu sendiri apa yang punya ide seperti itu, aku pun punya, tapi aku nggak suka pamer seperti dirimu!"

  1. Ber-SMS-lah terus selama dia berbicara, dan cukup tanggapi dengan kata, "Oh iya, baguslah! Ehmm Begitu...?"

  1. Setiap kali dia berbicara tentang idenya, Anda tidak perlu tanya tentang idenya yang bagus dan kreatif, tapi ajukanlah terus ceritamu sendiri untuk menandingi idenya! Misalnya temanmu sedang punya ide untuk membuat gerakan penghijauan di tanah bukit yang tandus. Temanmu mengajukan usul untuk tanam pohon Jambu Mete. Kamu tidak perlu tanya, kenapa mesti Jambu Mete, tapi langsung saja katakan idemu yang baru. Aku yakin ideku lebih baik, tidak perlu tanam jambu mete, tapi tanamlah pohon beringin, pasti tumbuh subur, dan air akan terserap banyak. Emang pohon jambu mete bisa menjamin tanah jadi subur, apa?

  1. Cobalah Anda selalu mencari kata-kata yang dia lontarkan, dan alihkanlah kata kata kunci menjadi titik tolak untuk tertawa. Misalnya, temanmu bicara, "Jadilah sumur yang dicari ember, jangan jadi ember yang mencari sumur terus!" Alihkanlah ide temanmu itu dengan membelokkan kata "ember". "Ya jelas saja, jangan jadi embeeeer...!! Itu sih saya sudah tahu, nggak usah sok menasihati deh...!!"

  1. Tertawalah Anda saat Anda menanggapi idenya. Dia mengemukakan ide "Fund Raising". Mudah saja, untuk meningkatkan uang saku mahasiswa, "Anda tidak perlu cari uang, tapi cukuplah mengurangi jatah rokok, dari sebungkus sehari, jadikanlah sebungkus untuk 12 hari! Uang yang biasa untuk beli rokok sebungkus per hari, masukkanlah ke celengan!" Tanggapilah usul itu dengan tertawa, "Ha ha ha ha, biasalah orang yang tidak pernah ngerokok itu tahunya cuma teori, emang enak apa orang nggak merokok, sakit dan pusing Mas...jadi nggak usah deh...fund raising dengan cara matiraga begituan...kuno...!!

Sekarang, setelah tahu 7 cara yang mudah untuk mematikan ide kreatif anggota team kerjamu, cobalah 7 langkah itu jadikan langkah yang positif:

  1. Tataplah wajah dan pandangannya saat dia berbicara serius untuk menceritakan gagasannya yang kreatif! Janganlah mencoba untuk memindahkan pandanganmu ke tempat lain.

    2. Katakan kepadanya, "Apapun pendapatmu, pasti akan memperkaya team kerja kita, ayo ceritakan saja, siapa tahu berguna untuk kinerja kita!"

  1. Janganlah membuat brainstorming yang menempatkan idenya itu seolah-olah ide yang terjelek, melainkan buatlah brainstorming yang menempatkan idenya itu berkaitan dengan ide ide orang terkenal, ide ide orang pinter lainnya sehingga ia merasa diteguhkan, idenya itu sungguh memang bisa dipertanggungjawabkan.

  1. Simpanlah HP-mu, dan tidak perlu angkat telp atau ber SMS ria saat diajak bicara. Tunjukkanlah bahwa orang itu dan idenya sangat penting untuk kinerja teammu.

  1. Berusahalah untuk memperdalam ide kreatif yang sudah dilontarkan anggota team kerja, dan tidak perlu memperdebatkan idenya itu dengan idemu sendiri, melainkan terulah bertanya, sambil mencari referensi yang bagus, sehingga ia merasa idenya terdukung.

  1. Janganlah membelokkan kata kata kunci sebagai bahan untuk "guyonan" atau "bercanda", karena engkau akan dinilai sebagai pribadi yang suka meremehkan. Namun cobalah merumuskan kata kata kunci itu dan ulangilah di depan dia, agar dia merasakan gagasannya itu sangat penting.

  1. Janganlah tertawa, bila dia sedang bicara, melainkan dengarkanlah dengan baik gagasannya yang bagus itu, lalu carilah nilainya yang positif, jangan mencari sisi negatifnya dulu. Semua gagasan akan punya kelebihan dan kelemahan, tapi carilah positifnya dulu!

Semoga ada banyak pemimpin yang tahu menghargai anggota team kerjanya, sehingga ada banyak orang tertantang untuk tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri!

Jumat, 18 Oktober 2013

KERJASAMA DI BIDANG HRD ? KAMI SIAP 1000% !!!

Semenjak tumbuhnya kesadaran akan adanya pergeseran paradigma perusahaan dalam memandang Sumber Daya Manusia (SDM) nya, yakni dari paradigma Human Resources Management (HRM), yang memandang SDM sebagai sebagai sumber pendukung dari suatu organisasi dan orang dianggap sebagai biaya dan harus dikelola dengan strategi beserta alat ukur yang sudah ada sebelumnya, menjadi paradigma Human Capital Management (HCM) yang memandang SDM sebagai sumber kunci organisasi; maka maksimalnya talenta SDM Anda guna menciptakan nilai (creating value) untuk dapat mengarahkan dan mengakselerasi strategi bisnis menjadi sebuah keniscayaan.

Sebagaimana besarnya perhatian Anda pada berdayanya SDM dalam sebuah perusahaan/organisasi, maka hadirnya kami sebagai mitra bagi perusahaan/organisasi/instansi dan masyarakat pada umumnya dalam pengelolaan dan pemberdayaan SDM (Human Capital) akan semakin memastikan perubahan positif yang lebih bermakna bagi diri dan masyarakat, karena dahsyatnya metode pendekatan ilmiah  Spiritual NLP (Neuro-Linguistic Programming) dan Hypnotherapy dalam setiap pelatihan kami.

Add caption


Jangan bekerjasama dengan kami, kecuali Anda ingin melihat, mendengar, dan merasakan maksimalnya kami dalam melayani seluruh kebutuhan pengembangan SDM di perusahaan Anda.
Mungkin tidak banyak yang bisa kami janjikan, karena kami terbiasa dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas. Sembari menikmati Fan Page kami : www.facebook.com/Rich.Consulting.Center, Anda tidak perlu terburu-buru memutuskan untuk bekerjasama dengan kami, sekarang. Karena yang perlu Anda lakukan hanyalah membayangkan seberapa dahsyat perubahan yang terjadi ketika kami diijinkan menjadi Mitra Anda dalam Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Perusahaan/Organisasi Anda.
Salam Keberlimpahan......!!!

Sabtu, 31 Agustus 2013

Komunikasi Sehat dengan Anak

Yakinkah Bapak-Ibu sekalian bahwa keinginan kita sebagai orang tua benar-benar dipahami oleh anak-anak kita sebagaimana persepsi kita?
Tahukah Bapak-Ibu sekalian bahwa ada seorang anak yang disekolahkan di luar kota namun merasa dibuang?
Lalu, bagaimanakah caranya agar komunikasi antara orang tua dan anak benar-benar dipahami sesuai dengan maksudnya?


Untuk hal-hal diataslah, maka setelah suksesnya Pelatihan Parenting Sesi ke-1, pada tanggal 14 September 2013 RICH Consulting bekerjasama dengan Asri Medical Center Jogjakarta menyelenggarakan Sesi ke-2 dari Tema Parenting yangsedianya akan berjumlah total 12 Sesi.

Sesi ke-2 kali ini berjudul "Mengembangkan Komunikasi Sehat dengan Anak dan Siswa" yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 September 2013 pukul 10.00 - 14.00 di Asri Medical Center Meeting Room, dengan kontribusi HANYA Rp. 35.000,-. 
Dengan terbatasnya ruangan, maka akan sangat baik jika pendaftaran dilakukan secepat mungkin dengan menghubungi no. telp. (0274) 618400 atau 0811 250 3070.

Harapan dari Pelatihan ini akan memahamkan para orang tua dalam menyampaikan informasi sebagaimana yang dimaksudkan tanpa mengalami distorsi kepada anak dan siswa. Dan sekaligus memberikan informasi kepada orang tua tentang Gaya Menangkap Informasi yang unik pada tiap-tiap anak.
Sehingga tidak hanya komunikasi dapat berjalan lancar bahkan akan terjalin kedekatan dan kesalingpengertian antara orang tua dan anak/siswa. 

Kami tunggu kehadiran Anda, para Orang tua yang peduli terhadap kenyamanan komunikasi antara anak dan orang tua. Lebih cepat mendaftar, lebih baik, karena tempat sangat terbatas hanya bagi Anda yang benar-benar peduli........


Senin, 01 Juli 2013

Event RICH Consulting Menjelang Bulan Ramadhan dengan TEMA PARENTING

Liburan tlah tiba.....
Liburan tlah tiba.....
hore....horee...horeee....

Ya, lagu anak-anak diatas sangat familiar sekali ketika liburan sekolah dimulai.
Dan disaat yang bersamaan, bahagianya kita sekalian terutama yang beragama Islam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Bulan Pendidikan, bulan Jeda setelah 11 bulan kita berada dalam hiruk pikuk duniawi.

Nah, RICH Consulting sebagai Pusat Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Capital Management Center) yang memfokuskan VISI-MISI kepada pemberdayaan Sumber Daya Manusia tentunya memiliki kepedulian untuk ikut berkiprah menyambut momentum liburan sekaligus Ramadhan ini.

Sehingga RICH Consulting bekerjasama dengan Asri Medical Center (AMC) menyelenggarakan "Pelatihan Praktis Parenting dan Bina Perkembangan Anak" dalam bentuk 12 seri pertemuan dengan tema-tema bersambung, yang pertemuan pertama pada tanggal 20 Juli 2013 jam 15.00 - 18.30 di Convention Hall Asri Medical Center Jl. HOS Cokroaminoto 17, Yogyakarta.

Untuk penjelasan detail tentang Pelatihan ini bisa di klik disini 

Mari bersama-sama kita menimba ilmu dalam mengasuh anak-anak kita sehingga dapat menjadi orang tua yang sukses, yang mampu mendidik dan mendampingi anak-anaknya dengan efektif dan membahagiakan. Setiap orang tua menginginkan anak yang cerdas, kreatif, memiliki budi pekerti yang mulia dan berprestasi serta percaya diri.



 

Sabtu, 22 Juni 2013

Persuasive VS Aggresive

"Penasaran identik dengan Pemasaran".

Begitu dahsyatnya slogan ini, sampai-sampai muncul buku berjudul "Narketing Vs Marketing".
Pernahkah Anda menemui seorang Sales Kartu Kredit di  Mal-mal yang menawarkan kepada Anda dengan kecepatan bicara yang diatas rata-rata orang?
Apa perasaan Anda saat itu? Cenderung langsung tertarik, bingung, atau justru jengkel?

Itulah gaya Agressive Selling......

Di waktu yang lain, pernahkah Anda ditelepon oleh seseorang yang ingin bersilaturahim ke rumah Anda untuk sekedar menjajagi sebuah peluang? Dan ketika sudah bertemu, ternyata orang tersebut cenderung memancing Anda untuk lebih banyak berbicara tentang Anda atau bisnis Anda atau keluarga Anda atau prestasi Anda?
Bagaimana perasaan Anda terhdap orang kedua ini?

Itulah gaya Persuasive Selling.....

Sebelum kita berbicara tentang perbedaan Persuasive Selling dan Agressive Selling, kita perlu sama-sama memahami perbedaan antara Selling dan Marketing.

Dalam Selling, seorang Sales cenderung didorong untuk fokus pada 80% mencari pelanggan/Customer/Klien baru, dan 20% merawat pelanggan lama.
Sedangkan dalam Marketing, seorang Marketer didorong untuk fokus pada 20% mencari pelanggan baru, dan 80% merawat pelanggan lama yang akan membuka 20% pelanggan baru melalui referensi nama-namanya.

Nah, dari sini kita mulai bisa membedakan perbedaan antara Persuasive dan Agressive Selling, dimana Gaya Persuasive lebih cenderung merawat pelanggan dibandingkan dengan Gaya Agressive.

Anda ingin tau lebih banyak tentang dahsyatnya Persuasive-Selling Skill?
Atau Anda justru makin penasaran dengan seberapa pesat pertumbuhan omset bisnis/perusahaan Anda dengan Persuasive-Selling Skill?

Segera kontak kami, RICH Consulting (Human Capital Management Center), untuk mendapatkan preview Persuasive-Selling Skills langsung oleh Trainer kami, atau bisa juga dengan follow akun twitter kami : @Consult2Rich, Anda akan mendapatkan tips menarik tentang Persuasive Selling Skills dan layanan-layanan jasa kami yang lain.

So.......Penasaran lebih dekat kepada Pemasaran kan?? :)

Jumat, 21 Juni 2013

KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR

"Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi”



– Andrew Ho –





Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atas perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui dua cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.



Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukakn kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada enam (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu:

- Positive: pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.

- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.

- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan dimasa lalu atau akan datang.

- Personal: lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.



Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.”

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

Melakukakn berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.



Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

Senin, 10 Juni 2013

CLINICAL HYPNOTHERAPY PRIVATE CLASS

Jangan Pernah Lewatkan...

Bagi anda, siapa saja, profesional, eksekutif, trainer, dosen, guru, psikolog, dokter, perawat, terapis, konsultan, HRD, businessman dan siapa saja yang ingin mengaplikasikan teknologi pemberdayaan dan optimalisasi fungsi otak serta pikiran bawah sadar untuk pengembangan diri, pencapaian prestasi, pengelolaan bisnis, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup di berbagai bidang lainnya....

Tentunya anda ingin belajar Hypnotherapy dari orang yang berpengalaman sebagai seorang Pro
fesional Therapist dengan jam terbang tinggi dalam penanganan Klien sampai sekarang, Karena hypnotherapy adalah Science yg telah terbukti secara ilmiah di Harvard Medical School dan Psychology Department of Stanford University

Sejak tahun 1955 BMA (British Medical Association) , 1958 AMA (American Medical Association) dan 1960 APA (American Psychological Association) secara resmi mengesahkan hipnotis sebagai suatu alat terapeutik yang sah. Hipnotis sekarang diajarkan dalam banyak sekolah medis utama di Amerika. Dan saat ini profesi sebagai seorang Hypnotherapist, tidak saja disematkan kepada seorang dokter, tetapi juga bagi siapapun yang tertarik dan mendalami pengetahuan ini sebagai profesi.

Hanya untuk anda yang ingin belajar lebih privasi dan lebih dalam, kami mempersembahkan CLINICAL HYPNOTHERAPY PRIVATE CLASS yang digabung dengan berbagai aplikasi terapan terapi, memberikan pendekatan yang lebih, dalam teknik therapy dengan sentuhan medis dan psikologi.

########

Peserta akan mempelajari Hypnotherapy yang berbasiskan metode Client-Centered Therapy dengan 2 pilihan kelas :

1. Kelas Basic Plus


Outcome : 
Mampu melakukan Self Hypnosis sehingga dapat memprogramkan/mensugestikan GOAL Pribadi ke dalam Pikiran Bawah Sadar + Self Empowering Technique

Durasi : 2 hari

2. Kelas Basic-Advance


Outcome : 
Mampu menangani Klien bahkan mendirikan klinik sendiri dengan 16 Teknik Therapy yang mutakhir

Durasi : 2 hari

Maximum Kuota per kelas : 5 orang
Diselenggarakan tiap akhir pekan (Sabtu-Minggu), sehingga Anda bisa memilih sendiri waktu terbaik Anda.....!!!

Pendaftaran dibuka setiap hari, dan langsung Running di akhir pekan begitu kuota tercapai.

Investasi :
1. Kelas Basic Plus : Rp. 1.900.000,- 

** (sudah termasuk modul + Sertificate of Attendance)

2. Kelas Basic-Advance : Rp. 2.750.000,- 

** (sudah termasuk modul + Certified Hypnotherapist Certificate setelah melaporkan penanganan minimal 3 klien secara tertulis).





PENDAFTARAN : Klik Disini !!



Sabtu, 01 Juni 2013

What Is Hypnotherapy And How Does It Work?


The subject of hypnotherapy may seem confusing for many people who have not undergone the procedure. Hypnotherapy is a therapy method that aims to use hypnosis in order to produce positive changes in the patient's life. In order to answer the question, "What is hypnotherapy", one must understand hypnosis.
What is Hypnosis?
Hypnosis is a natural psychological state of consciousness similar to a sleep state where the subject is vaguely aware of their surroundings. In this condition, subjects enter a tranquil state that allows them to easily reach into their subconscious and readily react to suggestion. While hypnosis has been widely used for entertainment purposes, it can also be used in a clinical setting to help relax the body and promote health through decreased heart rate and slowed breathing.

How Does Hypnotherapy Work?
When a person undergoes hypnotherapy, the therapist begins by helping the patient relax into a hypnotic state. They can do this a number of ways, but one of the most common methods that therapists use is a progressive relaxation technique. With this method, they aid in assisting their client to enter the hypnotic state through calming procedures. The therapist then gives positive suggestions to produce beneficial changes in the person's life.

What Conditions Does Hypnotherapy Treat?
Hypnotherapy can treat a wide range of conditions and is used in many medical settings. Often times, hypnotherapy is used to calm a person down before a procedure in order to reduce fear and pain. Hypnosis may also be used to treat phobias, headaches, sleeping disorders, stress and other on-going conditions. It has also been used to ease pain while in labor as well as help with weight loss and digestion issues. People have even used hypnotherapy to stop smoking.

Are There Different Types of Hypnotherapy?
There are several types of hypnotherapy that can be used in different settings. The most common techniques include suggestion, analytical and cognitive hypnotherapy. Suggestion hypnotherapy is a short-term method that uses suggestions to help a person ease their anxiety. Analytical hypnotherapy aims to find the root of the problem and deal with it while focusing on the deeper issue. Cognitive hypnotherapy incorporates the way the patient sees the world and tries to reshape their views and retrain the brain, often clearing away unwanted memories.

Other Frequently Asked Questions

Because hypnotherapy is not as commonly used as other medical methods, most people don't know that much about it. Is it safe? Are there side effects? Does everyone respond to it? These are common questions asked by people interested in undergoing the procedure. Hypnosis is a natural state of mind that many people can enter into on a daily basis without realizing it, and it is not possible to hypnotize someone into performing actions against their will, making it a perfectly safe procedure. Patients should discuss any side effects with their therapist before the procedure as it may not be the best choice for treating certain psychological issues. Even so, most people respond well to hypnotherapy when it is used for the body. Most people are able to undergo hypnosis; however, entering into hypnosis is often difficult for skeptics as their mind usually resists going into the hypnotic state. Hypnotherapy is an excellent choice of treatment for those who want to see a change in their life.

Using Hypnosis to Change Your State, Say Goodbye to Drug Use!




If you or someone you know is smoking marijuana, there's a few things you may or may not know. Please read this with the understanding it doesn't have to be this way.
Smoking this stuff, you run the risk of becoming hooked. It's a gateway drug. It's the beginning of bigger and more exotic drugs to come. Isn't this exciting news?
Well, if it is, I have news for you. The real reason, if you didn't already know it, is people do drugs to change their state. I have talked to some who do drugs and they are well aware of it, others aren't.
If you listen to what anyone says who is on drugs it is almost always the same. They want to feel better. The world is brighter, they become more creative, things aren't so stressful, it allows them to be happy, to laugh. They feel more confident, they can express themselves better. And on and on..
The good news is this. We have a built in system in our bodies to feel good. And we have choices.
We have the choice to buy drugs and elude reality, quit on ourselves, or we have the choice to go within and give ourselves a winning chance.
We can change our state anytime we choose, and therin lies the point. We must choose. It is really easy to go buy a bag of weed, but let me tell you, by the time you find a dealer, or call him, go to the bank for the cash, meet the dealer, go back home, fire it up and smoke it, sit and wait for the high, you could have already gotten yourself in natural high and done something productive.
Quit quitting on yourself, man. Life is only unbearable because you decide it is. I don't care what you are facing, it is reality and sometimes reality bites. It becomes a choice how you focus on reality now, and what you are willing to do with it.
Every person on the face of the planet has had terrible misfortune in one form or another. The difference lies in two things. How the information is processed and what is done with it.
Don't think I don't understand the point of desperation one gets to. I have had more 'stuff' in my life then I care to remember but I will say this, looking back, I have and had so many wonderful moments, friends I met, experiences, that I didn't see in the moment, but they are there if you are willing to give yourself a chance.
If you want to change your state now, begin by changing your physical body. Shake it out. Stand as straight as an arrow and proclaim you are NOT doing this again!!!
"As long as I am able, I will be my best self" "I will do whatever it takes to get back on track give myself the gift of life!"
The best thing about making a powerful, determined proclamation is, what comes next is easy. The change you thought would be so hard, which is why you avoided it, isn't.
From this moment on everything falls into place. Of course you must aid in the process but with this self determination it becomes a natural state.
The next thing you do is become grateful. Find those things in your life that are good, great or excellent. We all have something. It may be parents who are always there for you. Not everyone has that. It may be friends who make you laugh and have stuck by you. It may be the wonderful house you live in. Just be grateful because no matter what, you have the ability to move toward something even better!
The feeling of gratitude is an overwhelming feeling. I want you to feel it until that is all you feel. Then anchor it. Give yourself a cue. Whether in this moment you give yourself a hug, rub two fingers together, whatever it is, when this feeling is anchored you will be able to get back to this state whenever you choose by firing these anchors.
That is what I will leave you with now, get really good at being grateful and you will see major changes in your state.
I will write my next post on more techniques to help you further.

These are techniques used in Hypnosis and probably other therapies as well, however with Hypnosis, being in a relaxed state, with little or no interference from our conscious mind, we are able to get to this state much quicker.

What Is Hypnosis? From the Viewpoint of an Expert



What is hypnosis is actually a very interesting question. Some people who practice hypnosis might say it is just a method to help them cure their patients' addictions and phobias. I of course use hypnosis for that purpose. But it can reveal so much more.
Let me address a question that is a bit more fascinating and topical than what is hypnosis. I have been asked many times about the Mayan calendar ending on December 21, 2012. People think that is the date for the end of the world if the Mayans could not see beyond that point. But they did. I have been told that the Mayans evolved spiritually to the point where their civilization shifted en masse to the next dimension. They ended the calendar on this date in 2012 because they could see this would be the time of the next major event: the shifting of the consciousness of the entire world into the next dimension.
As many of you know, the winter solstice will also occur on December 21, 2012. Out of fear, some people have interpreted the combination of the solstice and the ending of the Mayan calendar as an omen of doom. I believe nothing could be further from the truth; this sacred date will mark the beginning of a new future for mankind and should be celebrated, not feared. The world will not be destroyed. We are evolving along with it. We constantly create our own reality, and we are capable of changing that reality.
We will eventually ascend to another dimension by raising our consciousness, and vibration and frequency of our bodies. When we reach a new dimension, our new bodies of light will never die. This is what the Bible meant when it referred to "Eternal Life."
The spirit side, or the "in between lives state," where I have found that we go when we die in this lifetime, is like a recycling center. It leads back to another life on Earth because there is still karma to be worked out, a desire is unfulfilled, or something needs to be attended to.
People keep returning to Earth because they have not completed their life lessons. By raising the consciousness of the mind, and the frequency and vibration of the body, there is no need to return to the in between lives state of existence. It can be transcended by going to the place where everyone is eternally alive. This is probably the place that many of my subjects refer to as "home."
When my subjects see experience "home" during their regressions, they become emotional because they have a deep longing for it, but aren't consciously aware it exists.
As you can see, if someone were to ask what is hypnosis, there isn't one single answer. Hypnosis is the gateway for all of my work, the way through to all the incredible experiences and knowledge contained within each of us, and the entire universe.




Senin, 27 Mei 2013

Success Steps

Repost. Ari Wahyono



Five principles for success

1. Know your outcome.

2. Take action.

3. Have sensory acuity.

4. Have behavioral flexibility.

5. Operate from a physiology and psychology of excellence.


Keys to an achievable outcome

1. Stated in the positive. What specifically do you want?

2. Specify present situation. Where are you now? (Associated)

3. Specify outcome. 

What will you see, hear, feel, etc., 
when you have it? As if now. 
Make it compelling. Insert in the future. 
Be sure the picture is disassociated.

4. Specify evidence procedure. How will you know when you have it?

5. Is it congruently desirable? 
What will the outcome get for you or allow you to do?

6. Is it self-initiated and self-maintained? 
Is it only for you?

7. Is it appropriately contextualized? 
Where, when, how, and with whom do you want it?

8. What resources are needed? 

What do you have now, and what do you need to get your outcome? 
Have you ever had or done this before? 
Do you know anyone who has? 
Can you act as if you have it? 
Is it ecological? 
For what purpose do you want this? 
What will you gain or lose if you have it? 
What will happen if you get it? 
What won't happen if you get it? 
What will happen if you don't get it? 
What won't happen if you don't get it?

sumber : http://www.healthsurvey.com/successsteps.htm

Jumat, 17 Mei 2013

The Importance of Branding in Market Strategy




How essential is branding to your market capture strategy? Let me put it this way: when people want to buy basketball shoes, they think of a certain swoosh. When your three-month old niece drops a situation in her pants you look for Pampers. When people see a distinctive light blue box, there is only one jewelry company that comes to mind (and tip their proverbial hats to croissant-eating screen goddesses with dramatic beehives hairdos, a penchant for little black dresses and long pearl strands).
What is the common link?
The companies mentioned above have cleverly developed and maintained their superiority in their respective niche markets. They have ingrained their products and their brand so deeply in the collective consumer consciousness that their products and services have become synonymous with quality in these markets.
What makes a good brand: Basic Branding!
  • Your brand's message doesn't get lost in translation: Think big. You may be supplying your products to a particular geographic region at the moment, but if you keep providing quality items, people from other places are going to want to check you out too! You can't limit yourself to marketing strategies or branding that will alienate potential customers.

  • Your brand gets the respect it deserves: It usually takes years to develop a good reputation in any industry. However, some companies have so carefully planned their brand and executed their market strategy that people easily buy into their perceived brand promise. Back it up by fulfilling your brand promise and providing excellent customer service and you've won yourself and your company a loyal following.

  • Your customers should feel an affinity for the brand: Getting your customers to feel an emotional      connection for your brand can do a lot for your product promotion and marketing strategy. When Hostess Brand Inc. declared bankruptcy and announced its imminent closure, frantic loyal customers flocked to stores to stock up on their beloved Twinkies. The effort may not have been enough to save the company but it's a prime example of how much emotion people can invest in a product that has been a part of their cultural consciousness for as longer than they can remember.

  • Your marketing strategy translates to buyer motivation: Did you know that the color of your restaurant can influence how your customer eats? Red is a robust color that promotes hunger as evidenced by its rampant use in fast food chains. Orange on the other hand, is not quite as effective. Color theory is one trick you can utilize to create a better customer experience that will translate into sales for your company. Don't fall into the lackadaisical "anything goes" marketing strategy. Research what draws consumers into your store and what will keep them there until they find something they want bad enough to reach into their wallet and complete a transaction with you.

  • Your brand inspires and cements customer attachment: There is a widely known battery brand that has an ongoing program with fire departments nationwide called "Change your clock, change your battery". This program focuses on fire safety and asks consumers to change out the batteries in their smoke alarm, carbon monoxide alarm and clock every six months. It not only promotes community safety but is also a great way to market the products of the company. Another example is how well a certain heavy-equipment manufacturer has branded themselves to the heartland of America. They have done it so well that people who would never consider personally purchasing the equipment began clamoring for an entirely separate market devoted to selling clothing such as embroidered canvas jackets and baseball caps with the brand's logo on it. Now, not only is the company profitting from selling the apparel they are getting free advertising every time someone wears it. People have such devotion for a brand they will literally pay to become walking advertisements!
Brands have the potential to outlive products. Keep that in mind when you start planning your market strategy. You're selling both the company as well as any products it may have at the moment or in the future.