Kami hadir untuk Anda

Mari kita siapkan masa depan terbaik dengan peningkatan kualitas diri

Tumbuh, Makin Kuat dan dipenuhi cahaya Ilmu

Tumbuh adalah kata kunci peningkatan diri, mari kita desain pertumbuhan itu

Kebersamaan akan menciptakan kekuatan

Perubahan dan Pencapaian Tertinggi tak mungkin dirayakan sendiri, Mari bersama kami tentukan kualitas hidup kita

Kata Kunci Perubahan : Sentuhan

Setiap orang bersedia membayar berapapun untuk memperbaiki (perubahan) masa depannya

Setiap Individu menyimpan Segudang Potensi

Temukan kekuatan diri, potensi kemudian melajulah menuju impianmu

Selasa, 17 Desember 2013

"PASSION", Faktor Pengoptimal Performa Kerja

Tentunya setiap orang memiliki tujuan dalam melakukan sesuatu. Walaupun tidak semua orang melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Sedikit-banyaknya jumlah Sumber Daya Manusia dalam sebuah perusahaan / organisasi sangat menentukan maju-mundurnya perusahaan/organisasi tersebut. Namun, jika berbicara tentang omset, maka sangat bergantung kepada Performa Kerja (Kinerja) Sumber Daya Manusianya. 

Sehingga pertanyaannya, bagaimana meningkatkan Kinerja Perusahaan / Organisasi?

Kinerja perusahaan/organisasi akan meningkat seiring dengan meningkatnya kinerja SDM yang mengampunya. Sehingga, ujung-ujungnya Bagian HRD lah yang menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kinerja perusahaan / organisasi. Yaitu dengan memilah dan memilih diantara ratusan, atau mungkin bahkan ribuan, karyawan yang memiliki "Passion" dalam bekerja.

Passion karyawan inilah sebenarnya kunci dari meningkatnya Kinerja Perusahaan / organisasi. 

Dalam hal ini, Passion berarti bergairah, antusiasme yang menggebu-gebu. Dan orang yang melakukan pekerjaan dengan Passion memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Waktu terasa cepat berlalu
2. Terkadang lapar pun tak dirasakan
3. Hati merasakan kebahagiaan yang natural walaupun dalam kondisi yang kelelahan
4. Sangat cepat mendalami pekerjaan tersebut (artinya ketika perlu melakukan upgrading dalam pekerjaan tersebut, mudah dalam menguasainya)
5. Selalu optimis memandang masa depan melalui pekerjaan tersebut.
6. Seringkali prosesnya lebih dinikmati daripada hasil.

(*Catatan :  Pekerjaan/profesi tersebut adalah pekerjaan/profesi yang memberdayakan kita, bukan hal-hal yang justru menarik kita kepada hal-hal negatif)

Otomatis, jika karyawan tersebut memang memiliki minat dan bakat dalam pekerjaan yang sedang diampunya, maka Passion akan lebih mudah terbentuk. 
Pertanyaannya, sudahkah kita menemukan minat dan bakat kita? Dan yakinkah kita bahwa selama ini kita telah menekuni sesuai minat dan bakat kita? Ataukah itu sebenarnya adalah obsesi orang tua yang "terinstall" secara tidak sadar kedalam Pikiran Bawah Sadar kita?

Temukan jawabannya dengan mencocokkan dengan ciri-ciri Passion diatas. Apapun profesi Anda, ketika ciri-ciri diatas mulai muncul, maka bisa jadi Anda sudah menemukan Passion Anda. Juga bisa Anda temukan jawabannya dengan mengikuti pelatihan dari RICH Consulting.

Intinya, seseorang yang melakukan aktivitasnya dengan Passion adalah seseorang yang memenuhi kata-kata berikut :
LOVE WHAT YOU DO & DO WHAT YOU LOVE


Kamis, 12 Desember 2013

MEMBUAT RESOLUSI TAHUNAN ALA NLP

Menjelang akhir tahun 2013 ini, begitu banyak artikel, pelatihan, seminar tentang pembuatan Resolusi Tahunan untuk tahun 2014 nanti.
RESOLUSI 2014-2Sebenarnya apa sih yang dimaksud Resolusi dalam hal ini?

Berasal dari kata "Solusi" yang berarti "putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah" (lihat http://www.artikata.com/arti-347784-resolusi.html).

Sehingga arti "Resolusi" lebih kepada "mengambil putusan kembali atau membulatkan tekad kembali atas solusi yang telah dicanangkan sebelumnya namun belum terwujud"..

Apa manfaat bagi kita?

Sangat besar sekali manfaatnya, karena secara sadar kita telah menentukan tujuan selama 1 tahun ke depan (bisa lebih, bisa kurang) sehingga menjalani hidup lebih terarah dan terencana.

Bukankah ketika kita naik taxi saja, kita tetap butuh tujuan?

Apa yang terjadi ketika kita naik taxi, kemudian ditanya "mau kemana" oleh sopir taxi tersebut, dan kita tidak tahu jawabannya? Akan diantar kemana kita? Bisa jadi kita tetap akan diantar, namun diturunkan di tempat yang kita belum tentu menyukainya.

WELL-FORMED Outcome ini merupakan salah satu metode dalam membuat resolusi tahunan yang lebih menyasar Pikiran Bawah Sadar.

Kita ketahui bahwa Pikiran Bawah Sadar itu berfungsi :
1. Sebagai tempat tersimpannya Belief dan Value
2. Sebagai tempat Memory Jangka Panjang
3. Sebagai tempat terprogramnya Kebiasaan-kebiasaan (Baik, Buruk, Refleks)
4. Sebagai tempat kumpulan persepsi
5. Sebagai tempat tersimpannya kreativitas
6. Sebagai sumber intuisi
7. Sebagai kontrol organ
8. Sebagai pusat Emosi
9. Sebagai tempat bersemayamnya kepribadian

Nah, WELL-FORMED Outcome akan menuntun kita membuat sebuah resolusi yang bisa terprogram di Pikiran Bawah Sadar, sehingga secara refleks tanpa kita sadari segala aktivitas kita akan diarahkan menuju Outcome/Resolusi yang kita tetapkan.

Langkah-langkah untuk membuat resolusi berdasarkan WELL-FORMED Outcome adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1. Apa yang Anda inginkan? (Jadi bukan Apa yang Anda tidak inginkan)
2. Bisakah Anda memulai lalu memeliharanya/mempertahankannya? (Pastikan hasilnya berada dalam jangkauan kontrol Anda)
3. Dimana, kapan, dan bersama siapa Anda menginginkannya? (Pertimbangkan Konteksnya)
4. Seberapa spesifik yang Anda inginkan? (Usahakan Sespesifik mungkin)
5. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah mencapai Outcome itu? (Miliki prosedur pembuktian Berbasis-Inderawi)
6. Sumber-sumber apa yang telah Anda punyai dan apa yang bisa dilakukan sekarang? (Identifikasi dan terapkan sumber-sumber daya yang Anda butuhkan)
RESOLUSI 2014
Setelah Anda menjawab pertanyaan diatas, maka Anda lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini :

1. Cek apakah hasilnya bagus secara Ekologis (Jika sudah mendapatkannya, apakah Anda tetap menginginkannya? )

4 Pertanyaan untuk melakukan pengecekan :
a. Apa yang akan terjadi jika Anda berhasil meraih outcome itu?
b. Apa yang tidak akan terjadi jika Anda berhasil meraih outcome itu?
c. Apa yang akan terjadi jika Anda tidak berhasil meraih outcome itu?
d. Apa yang tidak akan terjadi jika Anda tidak berhasil meraih outcome itu?

2. Pastikan Outcome itu tetap memelihara manfaat-manfaat yang sudah ada (Apa yang Anda akan lepas dan raih jika Anda sudah mencapai outcome itu?)

3. Cek dari sisi Biaya dan Waktu, apakah outcome itu layak diraih berdasarkan dua ukuran ini?

4. Cek RASA tentang diri (Apakah Outcome itu cocok dengan rasa Anda tentang Jati Diri Anda sendiri?)

5. Mendefinisikan Outcome Sequitur, yaitu dengan menanyakan pada diri, setelah Anda mencapainya apa yang akan Anda kerjakan selanjutnya?

Nah, selamat mencoba menjawab seluruh pertanyaan tersebut diatas, dan rasakanlah keberuntungan yang Anda raih, seperti magnet menarik besi.

Sabtu, 07 Desember 2013

TUJUH CARA MEMATIKAN ATAU MENYUBURKAN TEAM KERJA!!

Salah satu kekhasan pemimpin yang baik, justru harus mengenal, kapan kita bisa mematikan ide kreatif seorang teman atau team kerjamu. Dengan mengenal caranya, engkau akan menemukan cara baru untuk menyuburkan ide kreatif dari anggota team kerjamu! Caranya mudah untuk mematikan ide anggota team kerjamu:

  1. Janganlah menatap matanya, tetapi lihatlah barang di sekitarnya, atau tunduk saja saat dia mengajak engkau bicara!

      2.      Katakanlah padanya, "Siapa yang tanya, penting apa idemu buatku?"

  1. Tempatkanlah ide temanmu itu dengan cara "brainstorming": Emang idemu itu satu-satunya yang benar apa? Masih banyak ide bagus lainnya daripada idemu sendiri! Misalnya temanmu sedang menampilkan ide kreatifnya untuk menghias dekorasi manten. Dia membuat dekorasi manten yang bernuansa pegunungan lengkap dengan air terjunnya. Kalau engkau mau mematikan idenya, katakan saja, "Emang kamu sendiri apa yang punya ide seperti itu, aku pun punya, tapi aku nggak suka pamer seperti dirimu!"

  1. Ber-SMS-lah terus selama dia berbicara, dan cukup tanggapi dengan kata, "Oh iya, baguslah! Ehmm Begitu...?"

  1. Setiap kali dia berbicara tentang idenya, Anda tidak perlu tanya tentang idenya yang bagus dan kreatif, tapi ajukanlah terus ceritamu sendiri untuk menandingi idenya! Misalnya temanmu sedang punya ide untuk membuat gerakan penghijauan di tanah bukit yang tandus. Temanmu mengajukan usul untuk tanam pohon Jambu Mete. Kamu tidak perlu tanya, kenapa mesti Jambu Mete, tapi langsung saja katakan idemu yang baru. Aku yakin ideku lebih baik, tidak perlu tanam jambu mete, tapi tanamlah pohon beringin, pasti tumbuh subur, dan air akan terserap banyak. Emang pohon jambu mete bisa menjamin tanah jadi subur, apa?

  1. Cobalah Anda selalu mencari kata-kata yang dia lontarkan, dan alihkanlah kata kata kunci menjadi titik tolak untuk tertawa. Misalnya, temanmu bicara, "Jadilah sumur yang dicari ember, jangan jadi ember yang mencari sumur terus!" Alihkanlah ide temanmu itu dengan membelokkan kata "ember". "Ya jelas saja, jangan jadi embeeeer...!! Itu sih saya sudah tahu, nggak usah sok menasihati deh...!!"

  1. Tertawalah Anda saat Anda menanggapi idenya. Dia mengemukakan ide "Fund Raising". Mudah saja, untuk meningkatkan uang saku mahasiswa, "Anda tidak perlu cari uang, tapi cukuplah mengurangi jatah rokok, dari sebungkus sehari, jadikanlah sebungkus untuk 12 hari! Uang yang biasa untuk beli rokok sebungkus per hari, masukkanlah ke celengan!" Tanggapilah usul itu dengan tertawa, "Ha ha ha ha, biasalah orang yang tidak pernah ngerokok itu tahunya cuma teori, emang enak apa orang nggak merokok, sakit dan pusing Mas...jadi nggak usah deh...fund raising dengan cara matiraga begituan...kuno...!!

Sekarang, setelah tahu 7 cara yang mudah untuk mematikan ide kreatif anggota team kerjamu, cobalah 7 langkah itu jadikan langkah yang positif:

  1. Tataplah wajah dan pandangannya saat dia berbicara serius untuk menceritakan gagasannya yang kreatif! Janganlah mencoba untuk memindahkan pandanganmu ke tempat lain.

    2. Katakan kepadanya, "Apapun pendapatmu, pasti akan memperkaya team kerja kita, ayo ceritakan saja, siapa tahu berguna untuk kinerja kita!"

  1. Janganlah membuat brainstorming yang menempatkan idenya itu seolah-olah ide yang terjelek, melainkan buatlah brainstorming yang menempatkan idenya itu berkaitan dengan ide ide orang terkenal, ide ide orang pinter lainnya sehingga ia merasa diteguhkan, idenya itu sungguh memang bisa dipertanggungjawabkan.

  1. Simpanlah HP-mu, dan tidak perlu angkat telp atau ber SMS ria saat diajak bicara. Tunjukkanlah bahwa orang itu dan idenya sangat penting untuk kinerja teammu.

  1. Berusahalah untuk memperdalam ide kreatif yang sudah dilontarkan anggota team kerja, dan tidak perlu memperdebatkan idenya itu dengan idemu sendiri, melainkan terulah bertanya, sambil mencari referensi yang bagus, sehingga ia merasa idenya terdukung.

  1. Janganlah membelokkan kata kata kunci sebagai bahan untuk "guyonan" atau "bercanda", karena engkau akan dinilai sebagai pribadi yang suka meremehkan. Namun cobalah merumuskan kata kata kunci itu dan ulangilah di depan dia, agar dia merasakan gagasannya itu sangat penting.

  1. Janganlah tertawa, bila dia sedang bicara, melainkan dengarkanlah dengan baik gagasannya yang bagus itu, lalu carilah nilainya yang positif, jangan mencari sisi negatifnya dulu. Semua gagasan akan punya kelebihan dan kelemahan, tapi carilah positifnya dulu!

Semoga ada banyak pemimpin yang tahu menghargai anggota team kerjanya, sehingga ada banyak orang tertantang untuk tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri!